Chiellini Ingin ke Harvard, Tapi Tidak Jadi Guru Pertahanan

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, pernah berkata bahwa Giorgio Chiellini bisa jadi pengajar di Universitas Harvard dengan kualitasnya dalam mengawal pertahanan. Tetapi, bek sekaligus kapten Juventus itu sepertinya enggan melakukannya.

Chiellini tampil apik di jantung pertahanan Juventus kala menghadapi Manchester United dalam laga lanjutan Liga Champions bulan Oktober lalu. Duetnya bersama Leonardo Bonucci membuat barisan penyerang The Red Devils mati kutu.

Berkat keduanya pula, Bianconeri berhasil meraih kemenangan walau tampil di markas MU, yakni Old Trafford. Juventus menang dengan skor 1-0 berkat gol tunggal dari salah satu bintangnya, yakni Paulo Dybala.

Penampilan tersebut jelas mengundang reaksi positif dari Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut mengatakan bahwa Chiellini, beserta Bonucci, bisa membagikan ilmunya dalam mengawal pertahanan dengan menjadi pengajar di Harvard.

Chiellini pun memberikan respon dalam menyikapi pernyataan Mourinho tersebut. Pemain berumur 34 tahun itu mengatakan bahwa dirinya ingin ke Harvard, namun tidak seperti apa yang dikatakan Mourinho.

“Saya ke Harvard? Ya, saya ingin pergi ke sana, tetapi untuk menjadi meraih gelar master ekonomi, bukan belajar pertahanan,” ujar Chiellini sambil tertawa kepada La Gazzetta dello Sport.

Gaya bermain Chiellini yang lugas, dilengkapi dengan tackling yang keras, membuatnya kerap dianggap sebagai monster di lini pertahanan. Tetapi, ia mengaku bahwa dirinya saat ini bukanlah monster seperti dulu kala.

“Menjadi monster di lapangan? Saya harus melakukannya, itu secara alami, tetapi saya sekarang lebih tenang ketimbang waktu masih muda dulu,” tandasnya.

Meski umurnya sudah semakin menua, namun Chiellini masih menjadi pilihan utama Massimiliano Allegri di lini pertahanan. Pada musim ini sendiri, ia sudah mencatatkan delapan penampilan di semua kompetisi.
Daftar Disini
Agen Judi Online
Agen Judi Maxbet Terpercaya

About the author

Agen Bola